Ketahui 5 Risiko Sebelum Anda Melakukan Program Bayi Tabung!

Ketahui-5-Risiko-Sebelum-Anda-Melakukan-Program-Bayi-Tabung
Foto dari Canva

Memiliki momongan adalah impian besar bagi sebagian pasangan yang sudah lama menikah. Tetapi banyak yang kesulitan mendapatkan momongan meski sudah lama menikah. Salah satu usaha yang dapat dicoba adalah dengan melakukan program bayi tabung. Bayi tabung atau secara medis disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalah salah satu cara untuk membantu kehamilan dengan prosedur medis. Cara ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, tetapi ada beberapa risiko yang harus diwaspadai sebelum memutuskan untuk melakukan program ini. Untuk itu para calon orang tua wajib memilih program bayi tabung terbaik agar dapat meminimalisir risiko yang dapat terjadi. Berikut risiko yang dapat terjadi sebagai pertimbangan sebelum melakukan program bayi tabung!

1. Sindrom Hiperstimulasi Ovarium

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium atau Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) adalah salah satu risiko dari program bayi tabung. Penggunaan obat kesuburan seperti Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dengan cara penyuntikan untuk menginduksi ovulasi dapat menyebabkan ovarium menjadi bengkak dan nyeri. Gejala OHSS seperti sakit perut ringan, kembung, mual, muntah dan diare dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Read More

2. Keguguran

Tingkat keguguran pada wanita yang hamil menggunakan IVF sama dengan wanita yang hamil secara alami. Tingkat keguguran mungkin serendah 15% untuk wanita berusia 20-an dan dapat lebih dari 50% untuk wanita berusia 40-an. Angka ini akan semakin meningkat seiring dengan usia ibu.

3. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi karena sel telur yang dibuahi tertanam di luar rahim yaitu pada bagian tuba falopi. Sekitar 2-5% wanita yang melakukan program bayi tabung dapat mengalami kehamilan ektopik. Jika terjadi kehamilan ektopik maka dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengakhiri kehamilan atau operasi untuk mengangkatnya. Ini karena sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim sehingga proses kehamilan tidak dapat dilanjutkan.

4. Kehamilan Kembar

Pada kehamilan bayi tabung, banyak embrio yang ditransfer. Proses tersebut dapat meningkatkan risiko kehamilan kembar dari 1% menjadi 30%. Jika terjadi kehamilan kembar atau bahkan kembar tiga, kemungkinan bayi akan terlahir prematur. Bayi prematur mungkin kehilangan periode perkembangan di dalam rahim yang penting untuk perkembangan materi abu-abu di otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif.

5. Stress

Program bayi tabung dapat menguras finansial, fisik, dan emosional. Selain dikarenakan biayanya yang tidak murah, bayi tabung juga mungkin tidak dapat berhasil dalam sekali percobaan. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan mental dan fisik pada ibu maupun keluarga.

Itulah beberapa risiko yang perlu Anda ketahui sebagai pertimbangan sebelum melakukan program bayi tabung. Meski begitu, jangan menjadikan ini sebagai penghalang Anda untuk mencobanya. Diskusikanlah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lanjutan tentangbayi tabung untuk mendapatkan penanganan terbaik!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.